Pagi ku
sambut dengan bangun kesiangan, mata terbelalak setelah melihat jam
menujukan pukul 10.12 pagi menjelang siang. Dikarenakan begadang untuk hal yang
bisa dikatakan mulia yaitu menyelesaikan project stop motion(video yang
diciptakan dengan berratus-ratus poto yang dirangkai sedemikian rupa sehingga
membentuk suautu alur cerita dengan sentuhan musik untuk memperkuat latarnya),
video untuk hadiah ulang tahun mantan(ehem ehem cie lho yang punya
mantan). Dengan mata sembab berduri belek, langsung ku tancap saja modem+note book ku untuk sekedar membuka-buka facebook dan twitter. Setelah selang beberapa lama ku membaca menge-like dan merettwit status kawan-kawan saya yang kemudian mengkerucutkan perhatian saya pada salah seorang teman saya dengan inisial G.A yang membuat sebuah catatan di facebook yang isinya hampir mirip dengan kisah cinta yang ku alami saat sekarang ini, dan mulai dari sinilah ada sekumpulan magnit yang berkutat mengelilingi otak saya yang kemudian menimbulkan hasrat saya untuk tertarik dan membuat tulisan ini, ternyata memang benar kata mereka sang para penulis bahwa menulis itu menyenangkan, menenangkan pikiran gundah gulana yang melanda kita, coba saja dan buktikan dengan mencurahkannya bukan mengarangnya. Maka anda akan menemukan uniknya dalam menulis. Kegiatan menulis ini meringankan beban pikiran yang ku jalani setiap harinya, meluluhkan kegalauan dalam rangkaian tulisan sederhana, memberi semangat baru, menimbulkan motivasi, menumbuhkan tujuan dan semakin memperjelasnya sedikit demi sedikit dan memberi ruang untuk kreativitas kita yang tak terbatas. Semua orang bisa menulis semua orang punya cerita dan bisa menceritakannya, bahkan si buta dari gua hantu pun punya cerita yang bahkan difilemkan dan tersohor dimana-mana.
“Menulis merupak ungkapan kata demi kata
dalam rangkaian alur yang bergerak dan membentuk cerita yang hidup jika kita
tahu bagaimana menghidupkannya melalui tulisan itu. Banyak tujuan dan motiv
tertentu yang melatarbelakangi seseorang untuk menulis. Dan banyak hal yang
muncul setelah kita menulis”